Profil > Tanya Jawab

Tanya Jawab

 

 السلا م عليكم ورحمة الله وبر كا تـه

Bersama ini kami menginformasikan bahwa DPD LDII Propinsi DIY telah mengadakan audiensi dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Propinsi DIY pada tanggal 16 Maret 2007. Berdasarkan hasil audiensi tersebut, dari sebagian pengurus MUI Propinsi DIY menyampaikan beberapa informasi dan masukan  yang berkaitan dengan sikap dan perilaku warga LDII di masyarakat, antara lain sbb:

1.      Warga LDII masih bersikap eksklusif, terbukti dengan kenyataan bahwa masjid LDII masih tertutup bagi orang umum atau selain warga LDII.

2.      Masjid LDII setelah digunakan oleh orang selain warga LDII terus dicuci (dipel).

3.      Dalam melaksanakan sholat berjamaah, warga LDII tidak mau menjadi makmum bagi orang bukan warga LDII.

4.      Dijumpai di suatu tempat adanya dua masjid yang saling berdampingan, masjid yang satu milik LDII dan yang lain milik warga bukan LDII, bagaimana hal ini bisa terjadi? Apakah ada suatu masalah berkaitan dengan pembangunan masjid tersebut?

5.      Warga LDII menganggap orang di luar LDII bukan saudara, meskipun orang itu adalah saudaranya sendiri.

6.      Dari beberapa kasus perceraian yang terjadi antara pasangan warga LDII dengan bukan warga LDII, disimpulkan bahwa perceraian tersebut disebabkan karena adanya faktor perbedaan ideologi.

7.      Apakah yang menjadi sumber hukum bagi warga LDII dalam melaksanakan ibadah kepada Alloh ?

8.      Apakah ada buku atau majalah yang berisi tanya jawab tentang hal-hal yang berkaitan dengan isu-isu negatif LDII di masyarakat ?

9.      Sehubungan dengan adanya berbagai macam sikap (perilaku) warga LDII di masyarakat, apakah terdapat faksi-faksi dalam tubuh LDII ?

10.  Berkaitan dengan larangan Jaksa Agung tentang ajaran Islam Jamaah yang belum dicabut, apakah LDII merupakan reinkarnasi dari Islam Jamaah dan sekaligus kelanjutan Islam Jamaah ?

11.  Warga LDII apabila menyembelih kambing (Qurban) dengan cara yang tidak wajar, yaitu disembelih dari belakang.

Berkaitan dengan beberapa informasi dan masukan yang disampaikan oleh sebagian pengurus MUI Propinsi DIY tersebut di atas, maka dengan ini kami menyerukan kepada seluruh warga LDII Propinsi DIY, agar di dalam bersikap dan berperilaku di masyarakat dan dalam beribadah kepada Alloh memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1.      Bahwa semua masjid boleh digunakan oleh siapa saja dan kapan saja. Oleh sebab itu, bagi warga masyarakat yang ingin beribadah dan mengaji di masjid-masjid binaan LDII supaya dipersilahkan dan dilayani dengan sebaik-baiknya. Firman Alloh dalam surat Al-Jin : 18

br&ur yf|yJ9$# ! xs (#qs? ytB !$# #Ytnr& 

Dan Sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.

 

2.      Nabi memerintahkan agar membangun masjid dan membersihkan serta memberi wangi-wangian, maka takmir-takmir masjid supaya menjadwalkan perawatan masjid secara rutin, sehingga siapapun yang mampir sholat merasa nyaman dan khusuk.

3.      Berkaitan dengan sholat berjamaah, apabila di suatu tempat ibadah sudah ada imam sholat dan muadzin yang telah ditentukan sesuai dengan aturan Al Quran dan Al Hadist, maka agar mengikuti imam sholat setempat, demikian pula apabila sedang bertamu. Nabi bersabda dalam hadits Sunan Abi Dawud : 504 :  

            مَنْ زَارَ قَوْمًا فَلَا يَؤُمَّهُمْ وَلْيَؤُمَّهُمْ رَجُلٌ مِنْهُمْ                  

Barang siapa yang berkunjung pada suatu kaum, maka janganlah ia mengimami mereka dan hendaklah salah satu dari mereka menjadi imam.

4.      Berkaitan dengan berdirinya dua masjid yang saling berdampingan, maka diserukan agar warga LDII tetap menjaga hubungan baik antara masjid yang satu dengan yang lain. Hal ini bisa terjadi karena memang ada motivasi kuat bagi umat Islam untuk membangun masjid karena pahalanya yang besar,

 5.      sehingga mereka saling berlomba untuk membangun masjid. Nabi bersabda dalam hadits Sunan Tirmidzi : 293

 

وَقَدْ رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا صَغِيرًا كَانَ أَوْ كَبِيرًا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Dan sungguh telah diriwayatkan dari nabi SAW bahwasanya beliau bersabda : barang siapa yang membangun masjid kecil atau besar karena Alloh, maka Alloh akan membangunkan rumah baginya di surga.

 6.      Dalam ajaran Islam, harus bersikap baik terhadap saudaranya, maupun tetangganya.

Dalam Hadits Shohih Bukhori 5525 kitab Al-adab disebutkan :

 

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ قَالَ إِنَّ جُبَيْرَ بْنَ مُطْعِمٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

..........  nabi bersabda : Tidak akan masuk surga orang yang memutus famili. 

 

7.      Agar warga LDII menjaga kelestarian perkawinannya, jangan sampai terjadi perceraian hanya karena mengikuti Ormas/Orpol yang berbeda dengan pasangannya, padahal masih sama-sama satu agama (Islam).

8.      Sumber hukum LDII adalah Al Quran, Al Hadits, Ijma, Qiyas, Asal dan Akal.

9.      Dewan Pimpinan Pusat LDII telah menerbitkan buku Direktori LDII, yang berisi penjelasan kepada masyarakat luas mengenai LDII dengan maksud untuk tabayyun dalam rangka meningkatkan Ukhuwah Islamiyah.

10.  Di tubuh LDII tidak ada faksi-faksi, yang ada adalah Kelompok-kelompok Pengajian.

11.  LDII tidak melaksanakan ajaran Islam Jamaah, sebab ajaran Islam Jamaah adalah ajaran yang mengarah kultus individu yang menyimpang dari ajaran Islam.

12.  Dalam menyembelih kambing (Qurban) hendaknya dengan cara-cara yang baik sesuai dengan tuntunan Rosululloh, yaitu dengan dibaringkan, membaca bismillah, menggunakan pisau yang tajam, dan ditunggu sampai tenang sebelum dikuliti, dan seterusnya.