Profil > Sejarah

Sejarah

Pada tahun 1970 menjelang diselenggarakannya PEMILU 1971 Bangsa Indonesia mempunyai tangung jawab terhadap kelangsungan hidup bangsanya, dan berjuang melaksanakan demokrasi Pancasila melalui Pemilihan Umum.

Pada saat itu segenap warga alumni Pondok Burengan Banjaran Kediri beserta para Ulama lainnya secara sadar bertekad untuk mensukseskan PEMILU 1971 dan sepakat untuk menyalurkan aspirasi politiknya pada SEKBERGOLKAR dengan GAKARI sebagai KINO-nya. Hal ini disambut baik dan mendapat rekomendasi dari SEKBERGOLKAR Pusat dengan suratnya tanggal 2 Desember 1970 nomor : B349/SBG/XII/1970 yang ditanda tangani oleh alm Bapak Majend S. Sukowati.

Setelah diketahui dengan jelas, bahwa para tokoh dan ulama beserta para alumni Pondok Pesantren Burengan Banjaran Kediri mempelopori dengan semangat dan tekad yang kuat untuk ikut memenangkan GOLKAR pada PEMILU 1971, para pejabat termasuk di antaranya PANGDAM VIII/Brawijaya Bapak Majend Wijoyo Suyono menyarankan kepada para Ulama Pondok Burengan Banjaran Kediri membentuk suatu yayasan/lembaga resmi yang dapat menampung kegiatan-kegiatan keagamaan. Dari arahan inilah selanjutnya dibentuk Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) yang diresmikan dengan akte notaris : pada tanggal 3 Januari tahun 1972 oleh Notaris alm Mudiomo, SH.

Selanjutnya LEMKARI bebarengan tokoh-tokoh Islam lainnya bersama-sama  Pemerintah membangun Bangsa ini dengan mengutamakan keutuhan NKRI,  persatuan dan kesatuan bangsa serta mengeliminir perpecahan ummat. Alhamdulillah, pada tahun 1987, LEMKARI berkembang pesat dari 27 propinsi yang belum diresmikan menjadi Perwakilan LEMKARI hanya 3 propinsi yaitu Maluku, Jayapura dan Timor Timur.

Dalam mengemban program dakwahnya, LEMKARI selalu ngugemi firman Alloh sebagai motto perjuangan yaitu :

`3tF9ur N3YiB pB& tbqt n<) s:$# tbrB'tur $rpRQ$$/ tbqygZtur `t s3YJ9$# 4 y7s9'r&ur Nd cqs=J9$#

Artinya : Dan hendaklah ada di antara kamu sekalian segolongan (umat) yang mengajak kepada kebajikan dan menyuruh kepada yang maruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung   

               (q.s. Ali-Imron : 104).

$# 4n<) @6y y7n/u pyJ3t:$$/ psqyJ9$#ur puZ|pt:$# ( Og9y_ur L9$$/ }d `|mr& 4

 

Artinya : Ajaklah (semua manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan jalan yang lebih baik (Q.S. AnNahl : 125).

Pada MUBES LEMKARI yang ke IV, tanggal 18-20 Nopember 1990, bertempat di Pondok Gede Jakarta, Mendagri alm Bapak Rudini (yang juga sebagai Pembina Lemkari, Lembaga Karate-Do Indonesia) meyarankan LEMKARI diganti namanya agar masyarakat tidak bingung, karena kebetulan sama akronimnya. Atas saran beliau, dan karena memang lebih dulu Lembaga Karate-Do Indonesia, maka LEMKARI diganti namanya menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia).

LDII berkembang sampai sekarang, 32 propinsi di Indonesia sudah berdiri kepengurusan LDII dan tempat-tempat pengajianya tersebar luas sampai ke desa-desa., dengan tangan terbuka, menunggu ummat Islam khususnya dan rakyat Indonesia umumnya untuk diajak bersama-sama membangun potensi diri, keluarga dan bangsa, agar benar-benar terwujud masyarakat madani yang diridhoi oleh  Alloh.